addexo

Wednesday, May 19, 2010

Memperbaiki system error pada WINDOWS XP

Meski sistem XP merupakan sistem operasi lama, tetapi sampai saat ini penggunaannya masih lebih banyak ketimbang Windows 7. Hal itu dikarenakan XP merupakan sistem operasi yang cukup lama peredarannya.
Sistem operasi XP ini memang sedikit banyak mempunyai masalah, terutama pada komputer yang mempunyai jam kerja yang tinggi. Tapi apakah Anda pernah mengalami permasalahan dimana tiba-tiba XP tidak mau berjalan atau lebih dikenal dengan bluescreen. Gejala pertama adalah tidak munculnya loading Windows XP, tapi malah muncul satu pesan ERROR, seperti :
Windows could not start because the following file is missing or corrupt : \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM
 You can attempt to repair this file by starting Windows Setup, using the original Setup CD-ROM. Select ‘R’ at the first screen to start repair.

Dari pesan error tadi, jelas bahwa menandakan bahwa PC tidak bisa masuk dalam prosedur standar boot Windows XP. Mungkin Anda akan berpikir untuk masuk dalam “safe mode”, tapi tetap tidak ada hasilnya. Saat tidak berhasil, mungkin Anda akan mencoba-coba dengan perintah FIXBOOT dan FIXMBR yang terdapat pada Windows Recovery console.
Tapi tetap saja, ternyata tidak ada hasilnya, dan PC malah menampilkan bluescreen. Mungkin setelah menjalankan perintah FIXBOOT dan FIXMBR PC akan menampilkan :

Windows NT could not start because the below file is missing or corrupt :
X:\WINNT\System32\Ntoskrnl.exe

Windows NT could not start because below file is missing or corrupt :
X:\WINNT\System32\HAL.dll

NTLDR is Missing
Press any key to restart

Invalid bot.ini
Press any key to restart

Melihat dari kerusakan yang terjadi seperti diatas tadi, jelas sistem Windows XP nya yang rusak. Nah, kalau sudah begini seseorang sering mangalami kepanikan, hingga mensudahi proses perbaikan, dan menginstal ulang Windows XP, jelas akan kehilangan semua program aplikasi yang terinstal saat itu.
Bila beberapa cara sudah dilakukan, dan tidak berhasil, Anda bisa melakukan perbaikan yang masih memanfaatkan Windows Recovery Console. Prosesnya perbaikan ini bisa dibilang relative mudah, tapi sering terlewatkan.
Tujulah Windows Recovery Console, dimana fasilitas tadi terdapat di CD instalasi Windows XP. Nafigasikan kearah direktori C: (C: merupakan master dimana Windows mulai bekerja), lalul reboot. Perintah pertama dari proses ini adalah menggunakan perintah “BOOTCFG/rebuild” yang mana perintah ini akan mendiagnosa secara lengkap saat sistem operasi melakukan loading ke dalam recovery console.

Beberapa file yang akan terdeteksi adalah :
- Windows Hardware Abstraction Layer (HAL)
- Corrupt registry hives (\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\xxxxxx)
- Invalid BOOT.INI files
- A corrupt NTOSKRNL.EXE
- A missing NT Loader (NTLDR)
Pada proses perintah tadi, kemungkinan diaplikasikan ke bluescreen atau Hive/HAL/INI/EXE/DLL menghubungkan ke pesan kesalahan. Untuk memulai perbaikannya ikuti petunjuk langkah demi langkah di bawah ini.
1. Masukkan CD Windows XP ke dalam CD-ROM. Tapi jangan lupa, pastikan PC Anda untuk melakukan booting pertama pada CD.
2. Pada saat pertama boot dari CD, jangan pilih option yang ditawarkan. Tekan tombol F2 untuk menginisialisasi ke tool Automated System Recovery (ASR). Tunggu proses sampai terlihat screen alur, disini Anda bisa menekan “R” untuk masuk ke recovery console:
Setelah Anda mempunyai pilihan pada langkah kedua, Anda bisa melihat tampilan dimana lokasi Windows terinstal (ketik angka 1). Pilih angka instalasi (dari beberapa kasus, biasanya diisi dengan angka 1), dan tekan enter. Disini Anda harus mengisi administrator password untuk administrator account dan tekan enter. Sekarang anda telah masuk ke dalam screen dan recovery console siap digunakan.

Proses dengan Fungsi Repair
Dari delapan command (perintah), Anda harus masuk ke dalam beberapa urutan untuk memperbaiki masalah tersebut. Dibawah ini akan ditampilkan hasil dari kelanjutan enam langkah. Urutan dari command tadi adalah:
- C: CD
- C: ATTRIB -H C:\boot.ini
- C: ATTRIB –S C:\boot.ini
- C:ATTRIB –R C:\boot.ini
- C: del boot.ini
- C:BOOTCFG / Rebuilt
- C:CHDISK /R /F
- C: FIXBOOT
Pada setiap langkah naik ke sebuah direktori, akan membawa ke direktori sebelumnya dimana posisi awal keberadaan Anda. Misalnya, Anda berada pada posisi C:WINDOWSSYSTEM32, kemudian ingin masuk ke direktori WINDOWS, Anda tinggal mengetik command “CD..”. maka Anda akan meninggalkan folder SYSTEM32 dan naik ke level WINDOWS.
Hal serupa dilakukan bila ingin masuk ke root direktori (C:) dari folder WINDOWS, dimana Anda tinggal mengetik command “CD..” maka secara otomatis akan masuk ke root direktori atau C:.
Setelah masuk ke root direktori (C:), Anda bisa melakukan proses perbaikan pada sistem operasi yang bermasalah tadi, dan mulai memodifikasi attribute dari file BOOT.INI. Perlu dikatahui, bahwa file BOOT.INI lah yang mengontrol sistem operasi, dengan begitu Anda bisa melihat proses booting dari Windows, mulai dari bagaimana me-load-nya serta dimana mendapatkannya pada harddisk Anda.
Karena file BOOT.INI terhiden, maka Anda tidak akan melihat posisi file tersebut. Selain terhiden, file ini juga masuk dalam attribute only read. Artinya, selain tersembunyi, file ini juga tidak bisa diedit, alias hanya dibaca saja. Untuk menghilangkan attribute tersebut, Anda bisa menggunakan tiga command.
C:ATTRIB –H C:\BOOT.INI
C:ATTRIB –R C:\BOOT.INI
C:ATTRIB –S C:\BOOT.INI
Dengan command diatas, berarti Anda telah menghilangkan attribute hidden, system dan read only.
Setelah menghilangkan attribute BOOT.INI Anda bisa mulai melakukan modifikasi pada file tersebut, atau langsung menghapusnya.
Command yang digunakan untuk menghapus {DEL | FILE NAME}, atau seperti C:DEL BOOT.INI. maka file BOOT.INI akan terhapus.
Langkah selanjutnya merupakan langkah yang cukup penting, yaitu proses BOOTCFG/REBUILD. Penggunaan command ini adalah untuk mencari lokasi sebelum proses instalasi Windows XP dan membangun ulang semua esensial dari komponen-komponen sistem operasi Windows, serta meng-compile ulang file BOOT.INI dan memeriksa satu rangkaian error dari Windows.
Cukup penting untuk diperhatikan dari satu atau keduannya. Pertama, setiap pemilik Windows XP harus menggunakan /FASDETECT sebagai salah satu “OS Load Option” bila proses rebuilt yang punya fitur buffer overflow protection pada Intel HD atau AMD NX, berarti Anda harus menggunakan /NOEXECUTE=OPTIN sebagai OS Load Option.
Anda bisa menggunakan command diatas, tapi jangan set “NOEXECUTE” sebagai Load Option bila Anda tidak mempunyai CPU seperti yang disebut diatas. Sedangkan untuk “Enter Load Identifier”, Anda bisa mengisikan “Microsoft Windows XP Home Edition” sebagai identifier.
Langkah berikutnya adalah verifikasi harddisk yang berisikan instalasi Windows XP. Bila pada proses ini tidak ada fungsi-fungsi yang diperlukan lagi, itu berarti secara fisik drive masih bisa menjalankan Windows, yang berarti juga tidak terdapat bad sector atau corrupt pada fisik harddisk.
Untuk memastikannya, Anda bisa menggunakan command CHDSK /R /F pada prompt C:>. Tunggulah beberapa saat untuk proses tersebut. Paling lama sekitar 30menit. Bila selesai, Anda bisa menuju langkah terakhir.
Pada langkah terakhir ini, Anda hanya membutuhkan satu command saja. Pada C:> prompt, ketik FIXBOOT. Dengan perintah ini, berarti akan menuliskan sebuah boot sector baru pada harddisk dan membersihkan semua yang rusak serta membuat file BOOT.INI yang baru dan system file.
Selanjutnya Windows Recovery Console akan menanyakan “Sure you want to write a new boot sector to the partition C:.?”.Cukup tekan “Y”. dan enter untuk menjawab konfirmasi tersebut.
Setelah beres, ketik EXIT pada Windows Recovery Console lalu reboot PC Anda. Bila berhasil PC akan kembali booting secara normal, dan file-file yang rusak seperti DLL, Hive,EXE dan NTLDR tidak akan ada lagi. Selamat mencobanya.

4 comments:

  1. Sangat berguna untuk saya yang baru belajar.. :)

    ReplyDelete
  2. rada lieur oge mun bisa mahaya gambaran

    ReplyDelete
  3. bener tuh kata doni lebih bagus dan akan lebih jelas bila ada gambarnya

    ReplyDelete